
SEPEDA BARU KRISTI
Kristi ingin sekali punya sepeda. Sebenarnya yang bekas pun Kristi tidak keberatan.Yang penting ia bisa bermain bareng cahaya,Riko,Riri dan Putra.Selama ini,Kristi hanya bisa gigit jari melihat teman-temannya bersepeda.
Habis mau bagaimana?Sebentar lagi kak Bayu harus mendaftar ke SMP.Ayah dan Ibu memerlukan biaya banyak.Tapi Ayah sudah berjanji,suatu saat akan membelikan Kristi sepeda baru.Tapi kapan?Sudah hampir 2 bulan sepeda baru yang dijanjikan tak juga dibelikan.
Sebenarnya Kak Bayu dulu pernah punya sepeda.Tapi sekarang sepeda iti sudah patah dua.Patahannya disimpan Ayah di gudang.Namun patahan sepeda iti sering dikeluarkan Kristi.Katanya,ia ingin bermain sepeda meski sepedanya tinggal stang dan ban depan saja!
Pernah suatu ketika,saat teman-temannya bermain sepeda,Kristi mengikuti mereka dibelakang.Kristi mendorong sebuah ban dan stang sepeda bekas yang buntung.Ayah dan Ibunya yang kebetulan melihatnya,menjadi sangat iba.Ah,ternyata Kristi memeng ingin sekali naik sepeda! Pikir mereka
Kristi juga sering menggambar sepeda. Gambarnya diberi warna-warna ceria.”Ah sepeda baruku bagus sekali. Lebih bagus dari pada sepeda milik Cahaya,Rini,Riko dan Putra….” Gumam Kristi sambil menggambar. Walaupun bagus,sayang sekali tidak bisa ditunggangi ,karena cuma gambar.Pikir Kristi sedih.
“Wah,wah… bagus seklali gambarnya!”Puji Om wartawan,tetangga sebelah Kristi yang bekerja sebagai wartawan.
“Terimakasih Om,”sahut Kristi,”Sayang, Cuma gambar,!”Lanjut Kristi sedih
“Wah Kris, gimana kalau gambar sepeda Kristi ini diikutkan lomba menggambar di majalah anak-anak?”Usul Om wartawan pada Kristi.Tapi tampaknya Kristi tidak berminat.Di benaknya,hanya satu keinginan:punya sepeda!
Bersamaan dengan itu,Cahaya,Riri,Riko dan Putra melintas di halaman rumah Kristi!
“Ayo! main sepeda lagi!”Teriak mereka serempak.
”Gimana Kris? mau ya?”Bujuk Om wartawan membuyarkan pandangan Kristi. “Biar nanati Om yang mengurusnya!”Lanjut Om wartyawan,setelah menerima gambar sepeda baru Kristi yang bagus itu.Kristi tidak menyahut.Setelah menyerahkan gambar itu kepada Om wartawan ia malah berlari ke gudang.Lalu mengambil bangkai sepeda yang bannya tinggal sebelah.Kristi berlari-lari sambil mendorong-dorong stang dan sebuah ban di belakang teman-temannya.
Satu Bulan kemudian Om Wartawan mampir ke rumah Kristi lagi, membawa kabar gembira , “Gambar kamu menang ,Kris!Juara ke dua loh!!”Kata Om wartawan .”Hadiahnya lumayan loh kamu mendapat piagam dan sejumlah uang..” Menang..?! Kristi bingung Mendengar hal itu Kristi langsung mencium Ayahnya yang sedanng membaca koran,dan ibunya pun mencium keningnya berkali-kali.”Akhirnya Aku bisa membeli sepeda baru ,Bu dan bermain sama teman –teman.”
Kristi ingin sekali punya sepeda. Sebenarnya yang bekas pun Kristi tidak keberatan.Yang penting ia bisa bermain bareng cahaya,Riko,Riri dan Putra.Selama ini,Kristi hanya bisa gigit jari melihat teman-temannya bersepeda.
Habis mau bagaimana?Sebentar lagi kak Bayu harus mendaftar ke SMP.Ayah dan Ibu memerlukan biaya banyak.Tapi Ayah sudah berjanji,suatu saat akan membelikan Kristi sepeda baru.Tapi kapan?Sudah hampir 2 bulan sepeda baru yang dijanjikan tak juga dibelikan.
Sebenarnya Kak Bayu dulu pernah punya sepeda.Tapi sekarang sepeda iti sudah patah dua.Patahannya disimpan Ayah di gudang.Namun patahan sepeda iti sering dikeluarkan Kristi.Katanya,ia ingin bermain sepeda meski sepedanya tinggal stang dan ban depan saja!
Pernah suatu ketika,saat teman-temannya bermain sepeda,Kristi mengikuti mereka dibelakang.Kristi mendorong sebuah ban dan stang sepeda bekas yang buntung.Ayah dan Ibunya yang kebetulan melihatnya,menjadi sangat iba.Ah,ternyata Kristi memeng ingin sekali naik sepeda! Pikir mereka
Kristi juga sering menggambar sepeda. Gambarnya diberi warna-warna ceria.”Ah sepeda baruku bagus sekali. Lebih bagus dari pada sepeda milik Cahaya,Rini,Riko dan Putra….” Gumam Kristi sambil menggambar. Walaupun bagus,sayang sekali tidak bisa ditunggangi ,karena cuma gambar.Pikir Kristi sedih.
“Wah,wah… bagus seklali gambarnya!”Puji Om wartawan,tetangga sebelah Kristi yang bekerja sebagai wartawan.
“Terimakasih Om,”sahut Kristi,”Sayang, Cuma gambar,!”Lanjut Kristi sedih
“Wah Kris, gimana kalau gambar sepeda Kristi ini diikutkan lomba menggambar di majalah anak-anak?”Usul Om wartawan pada Kristi.Tapi tampaknya Kristi tidak berminat.Di benaknya,hanya satu keinginan:punya sepeda!
Bersamaan dengan itu,Cahaya,Riri,Riko dan Putra melintas di halaman rumah Kristi!
“Ayo! main sepeda lagi!”Teriak mereka serempak.
”Gimana Kris? mau ya?”Bujuk Om wartawan membuyarkan pandangan Kristi. “Biar nanati Om yang mengurusnya!”Lanjut Om wartyawan,setelah menerima gambar sepeda baru Kristi yang bagus itu.Kristi tidak menyahut.Setelah menyerahkan gambar itu kepada Om wartawan ia malah berlari ke gudang.Lalu mengambil bangkai sepeda yang bannya tinggal sebelah.Kristi berlari-lari sambil mendorong-dorong stang dan sebuah ban di belakang teman-temannya.
Satu Bulan kemudian Om Wartawan mampir ke rumah Kristi lagi, membawa kabar gembira , “Gambar kamu menang ,Kris!Juara ke dua loh!!”Kata Om wartawan .”Hadiahnya lumayan loh kamu mendapat piagam dan sejumlah uang..” Menang..?! Kristi bingung Mendengar hal itu Kristi langsung mencium Ayahnya yang sedanng membaca koran,dan ibunya pun mencium keningnya berkali-kali.”Akhirnya Aku bisa membeli sepeda baru ,Bu dan bermain sama teman –teman.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar